Kayu Bakar, Beras, Minyak, Garam, Saus, Cuka, dan Teh; Siter, Catur, Kaligrafi, Lukisan, Puisi, Anggur, dan Bunga

iDiMi-

1

Pada akhir pekan, cuacanya bagus, jadi saya pergi ke Olympic Forest Park untuk berlari.

Meskipun epidemi belum berakhir, taman itu penuh sesak dengan orang-orang. Ada anak-anak menerbangkan layang-layang, orang tua berlatih Tai Chi, anak muda berlari, dan pasangan berjalan. Semua orang memakai masker, tetapi mereka tidak bisa menyembunyikan senyum di wajah mereka.

Saya melihat seorang lelaki tua menulis kaligrafi air di tanah dengan kuas besar. Tulisannya kuat dan indah. Tertulis: “Kayu bakar, beras, minyak, garam, saus, cuka, dan teh; Siter, catur, kaligrafi, lukisan, puisi, anggur, dan bunga.”

Dua baris puisi ini mewakili dua keadaan kehidupan yang berbeda. Yang pertama mewakili kehidupan material yang sepele, dan yang terakhir mewakili kehidupan spiritual yang elegan.

Kebanyakan orang sibuk dengan kayu bakar, beras, minyak, dan garam sepanjang hidup mereka, dan jarang punya waktu untuk menikmati siter, catur, kaligrafi, dan lukisan. Tetapi bahkan jika kita sibuk, kita tidak boleh melupakan pengejaran keindahan spiritual.

Hidup bukan hanya kompromi di depan Anda, tetapi juga puisi dan jarak.

2

Saat berlari, saya memikirkan arti hidup.

Mengapa kita hidup? Apakah untuk menghasilkan uang? Untuk ketenaran? Untuk kekuasaan?

Saya pikir arti hidup terletak pada pengalaman. Alami kegembiraan dan kesedihan, alami kesuksesan dan kegagalan, alami cinta dan benci.

Hidup adalah sebuah perjalanan, tujuannya tidak penting, yang penting adalah pemandangan di sepanjang jalan dan suasana hati saat melihat pemandangan.

Kita harus menghargai setiap momen, menjalani setiap hari dengan serius, dan tidak meninggalkan penyesalan.

3

Setelah berlari, saya membeli sebotol air dan duduk di bangku untuk beristirahat.

Di sebelah saya ada pasangan muda yang sedang berbicara. Gadis itu berkata, “Saya ingin pergi ke Dali untuk melihat laut.” Anak laki-laki itu berkata, “Oke, kita akan pergi ketika epidemi berakhir.”

Mendengar percakapan mereka, saya tiba-tiba merasa sangat hangat.

Cinta adalah hal terindah di dunia. Itu bisa memberi kita kekuatan, keberanian, dan harapan.

Saya berharap semua orang dapat menemukan cinta sejati mereka dan menjalani kehidupan yang bahagia.

Diterbitkan pada: 24 Mar 2020 · Diubah pada: 14 Jan 2026

Artikel Terkait